Take a fresh look at your lifestyle.

Wamen Kominfo RI Nezar Patria Podcast di Studio Sagoe TV

Banda Aceh: Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Nezar Patria menyambangi ruang edukasi Sagoe TV untuk melakukan podcast yang dipandu Muhadzdzier M Saldi alias Maop, Jumat (29/3) di lantai II Kantor Bandar Publishing Lamgugob, Banda Aceh.

Wamenkominfo Nezar Patria di sambut kru Sagoe TV, seperti Mukhtaruddin Yakob, Muhadzdzier M Salda, M Nizar Abdurrani, Musthafa Kamal, Ahmad Sayuti, Nurmasyitah dan Mukhlisuddin Ilyas.

Nezar Patria sangat menikmati gallery buku terbitan Bandar Publishing di lantai satu. Sebelum bergerak menuju lantai 2 tempat studio Podcast sagoe tv. Karena ia juga seorang penulis buku. Sejumlah trik dan arahan ikut disampaikan supaya Sagoe Tv dapat tumbuh menjadi media pencerahan di Aceh.

“Kita mendukung tumbuhnya ruang kreatif dan edukatif di Indonesia. Elemen penting pembangunan ke depan sangat ditentukan oleh kreativitas generasi mudanya” Kata Nezar Patria ketika menyaksikan buku-buku terbitan Bandar Publishing di lantai satu.

Wamenkominfo RI Nezar Patria Podcast di Studio Sagoe TV dilakukan disela – sela kegiatan utamanya ke Aceh untuk melaunching markas startup digital di Aceh sebagai wadah kreatif untuk kaum millenial dan Gen Z yang memiliki ketertarikan dan semangat generasi muda untuk mengembangkan usaha startup, acara itu berlangsung di Kuala Village Resto Banda Aceh, Kamis, 28 Maret 2024

“Kehidupan masyarakat kita, terutama masyarakat Aceh tergantung bagaimana pertumbuhan ekonomi. Makanya perlu di dorong warga Aceh membangun spirit entrepreneurship. Terutama generasi muda harus aktif membangun bisnis yang berbasis digital. Saya berharap generasi Aceh harus memanfaatkan dunia digital secara positif. Generasi muda Aceh harus banyak opsi dalam menekuni profesinya ke depan “ujarnya

Dalam Podcast yang dipandu Muhadzdzier M. Salda. Nezar Patria bercerita tentang kehidupannya di masa kecil di Banda Aceh, tentang liputannya ‘Sejarah Mati Di Kampung Kami” yang ditulisnya dengan penuh emosional. Hari ke 3 setelah tsunami, Nezar berada di Aceh, ia menyaksikan dahsyatnya bencana tsunami, ia kemudian menulisnya dalam artikel Sejarah Mati Di Kampung, yang kemudian diterbitkan buku dengan judul yang sama tahun 2023.

Baca Juga:  Hambatan Investasi di Aceh?

Sebelum menutup podcast, Muhadzdzier sempat menanyakan tanggapan Nezar, soal banyak pihak di Aceh mendorongnya menjadi kandidat Gubernur dalam Pilkada akhir tahun 2024.

“Soal itu, kita tanggapi sebagai hiburan, yang penting di mana pun kita berada, harus memiliki manfaat bagi orang banyak,” Tutup Nezar Patria yang juga mantan Jurnalis dan penulis buku.

Podcast yang berlangsung 40 menit, akan tayang besok, Sabtu (30/3) di channel youtube SagoeTV. Diakhiri dengan penyerahan buku terbitan Bandar Publishing, seperti Kamus Bahasa Aceh karya Buchary Budiman, 17 Tahun Perdamaian Aceh karya Anggota Grup Whatsap KSA, dan Aceh 2024 karya Sulaiman Tripa dkk.[]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tunggu Sedang Loading...