Take a fresh look at your lifestyle.

Signifikasi Strategi dalam Operasi Intelijen

0 4

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad.
Dosen UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

The secret of strategy if knowing where you want to go, because only then can you work out how to get there. Ian Morris.

Esai ini merupakan penjelasan tentang strategi, yang sering digunakan di dalam operasi intelijen. Dalam beberapa literatur ditemui beragam istilah yang terkait dengan kata ‘strategi’, misalnya “strategi intelijen,” “strategi pertahanan dan keamanan,” “strategi militer,” “taktik dan strategi.” Tidak hanya itu, di dalam pembangunan juga ada istilah “strategi pembangunan.” Dalam esai ini, saya mencoba memahami bagaimana penggunaan istilah “strategi” dalam operasi intelijen.  Daoed Joesoef menyebutkan bahwa: “Istilah [strategi] tampil belakangan setelah manusia semakin banyak menggunakan nalar ketimbang emosi dalam perbuatan kolektif yang disebut “perang”.” Karena itu, istilah strategi dan perang menjadi begitu akrab, bahkan tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Karena perang berhubungan dengan kekuasaan, maka istilah ini juga tidak begitu jauh berbeda dengan dua istilah lainnya,yaitu power dan politics. Dengan demikian, membaca arah kekuasaan dan politik suatu negara, maka yang amat mustahak dipelajari adalah bagaimana strategi bangsa tersebut disusun, dijabarkan, dilaksanakan, hingga mencapai tujuan dari kepentingan bangsa tersebut.

Hampir satu dekade lebih, saya mencoba mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan strategi. Bagi Singapura strategi maknai dengan istilah total defence yang saling terintegrasi dan komprehensif. Sehingga bangsa ini menerapkan bahwa setiap warga negaranya harus terlibat di dalam konsep total defence, yaitu dalam bidang pertahanan militer, pertahanan sipil, pertahanan ekonomi, pertahanan sosial, dan pertahanan psikologi. Akibatnya, semua aktivitas negara Singapura haruslah berlandaskan sebagai wujud strategi pertahanan negara. Demikian pula untuk negara Cina yang menerapkan 36 strategi  yang merupakan bagian dari strategi militer. Akhirnya, rakyat Cina menerapkan 36 strategi ini secara komprehensif. Hal ini belum lagi jika ditelaah konsep strategi Amerika Serikat yang dihasilkan dari kajian intelijen. Agaknya, negara inilah yang paling siapa di dalam menyusun strategi, baik di dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. Ketika Cina sudah mampu menjadi negara terdepan, maka negara ini secara otomatis akan melakukan proses adu strategi dengan pihak Amerika Serikat dan sekutunya. Adu strategi pada gilirannya adalah adu kecerdasan atau perang intelijen, baik secara terbuka maupun tertutup.

Dengan begitu, amat perlu diupayakan untuk memahami konsep strategi di dalam suatu negara, karena terkait dengan keamanan negara masing-masing. Karena dalam strategi yang disusun, terdapat kepentingan nasional (national interest). Apapun yang dilakukan negara, baik di dalam maupun diluar negeri, tidak akan bergeser dari konsep kepentingan nasional. Kepentingan nasional, biasanya dapat dikupas di dalam konsep-konsep strategi yang disusun, yang didasarkan pada berbagai pertimbangan dan metode. Di sinilah, peran ilmuan dan ahli-ahli strategi dilibatkan untuk menjalankan strategi nasional masing-masing negara.  Untuk itu, bab ini memberikan narasi mengenai apa hakikat dari strategi dan juga strategi intelijen.

Baca Juga:  Luncurkan Proyek B3W, Akankah G-7 Mampu Hadang BRI China?

Untuk memudahkan pemahaman kita tentang apa itu strategi, akan disajikan pemaparan salah seorang ahli strategi pertahanan Amerika Serikat yaitu Andrew W. Marshall. Dalam salah satu artikel, dia mengupas secara panjang lebar mengenai konsep strategi dalam dunia pertahanan dan keamanan. Marshall mendefinisikan strategi sebagai berikut:

Strategy as constracted to tactics deals with the coordination of activities at higher levels of organizations. Strategy … focuses on longer term goals and reflects a cast of mind that focuses on shaping the future rather than simply reacting to it.

Dari definisi di atas tampak bahwa ada beberapa kata kunci dalam kajian strategi yaitu taktik yang berkenaan dengan koordinasi pada level yang lebih tinggi di kalangan beberapa organisasi dan jangkaan tujuan jangka panjang. Singkat kata, strategi adalah bagaimana menghasilkan sebuah gagasan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Dengan begitu, dapat dipahami bahwa di dalam strategi yang baik adalah menghasilkan koordinasi yang baik di antara beberapa elemen. Kemudian strategi yang baik juga berusaha meramal dengan cukup apik tentang bagaimana menghadapi masa depan. Pemahaman tersebut serupa dengan pandangan yang mengartikan strategi dalam bentuk kebijakan pertahanan yaitu: “our national goals with respect to our strategic forces.”

Jadi, suatu  negara yang tidak memiliki strategi sama dengan negara tersebut tidak berfungsi aktivitas intelijen. Karena strategi intelijen ini kemudian menjadi acuan untuk saling bergerak pada lintas organisasi baik intelijen maupun non-intelijen pada suatu negara. Tidak hanya itu, bagi kita yang ingin mengetahui apa saja kebijakan suatu negara, maka suatu keniscayaan untuk mengetahui se detail mungkin strategi yang akan dijalankan. Dalam konteks ini, Marshall menjelaskan bagaimana fungsi RAND yang dikenal sebagai dapur ide bagi dunia pertahanan di Amerika Serikat. Pada lembaga tersebut, menurut Marshall ada dua hal yang menjadi faktor utama untuk berpikir secara strategis yaitu: kebebasan RAND di dalam memiliki persoalan dan isu-isu yang dapat dijalankan.

 Salah satu mantan petinggi intelijen dari Israel, Yosef Kuperwasser menjelaskan tentang tugas utama intelijen, sebagai berikut:

The primary task of intelligence is to prevent surprises by accurately predicting future events, a feat largely beyond the capabilities of man or science. To make judgments about what may or may not occur, intelligence officials try to gather as many facts as possible about the individuals, institutions, or governments that make up a given arena or external environment.

Ini adalah semacam grand strategy untuk jangka panjang untuk membawa suatu kepentingan si pemilik scenario pada tingkat nasional, regional, dan internasional. Disini peran intelijen (kecerdasan) menjadi faktor utama dalam mengarahkan setiap kebijakan atau operasi intelijen. Hanya saja, sulit bagi kita untuk melacak kemana saja distribusi kebijakan strategis ini diimplementasikan. Artinya, operasi intelijen ini akan melibatkan segenap departemen, non-departemen, non-pemerintah, dan lembaga-lembaga pengkajia, serta para pengarah kebijakan. Jadi, ini murni bukan operasi militer, walaupun sebagian dari kita sering memaknai bahwa operasi militer adalah operasi intelijen. Sebenarnya penyusunan strategis yang paling kuat adalah sebuah hasil pengkajian bersama yang dilakukan oleh para ilmuwan di balik computer mereka, kemudian didukung oleh hasil terawangan dari kelompok pertama yaitu kecerdasan samawi. Artinya, isu-isu strategis pada masa yang akan datang harus dilihat dari sebuah ramalan ilmiah dan ramalan ala kecerdasan tingkat pertama.

Pada tahap ini, orang yang menyusun rencana strategis juga tidak bisa mengabaikan perkembangan global dan kemampuan negara tersebut dalam memberikan kontribusinya. Karena saya tidak mau menyebut lembaga tertentu dan negara tertentu, saya hanya ingin menjabarkan bagaimana tahap-tahap penyusunan strategis yang kemudian menjadi bumbu konflik di seluruh dunia. Karena boleh jadi, setiap hasil kebijakan satu negara akan menjadi kontra-intelijen bagi negara lain. Demikian pula, kebijakan kontra-intelijen di satu negara, boleh jadi menjadi operasi intelijen di negara lain. Maksudnya, adalah apapun yang dihasilkan kadang berlawanan atau berseberangan dengan kebijakan strategis negara lain. Karena itu lah muncul kesepakatan-kesepakatan tingkat regional dan internasional, sebagai simbol untuk saling menghormasti dan bekerja sama. Pada level ini, tugas banyak dilakukan oleh kelompok VVIP yaitu presiden dan wakil presiden atau mereka bisa mewakilkan pada staf mereka yaitu menteri atau duta besar, dimana di dalam bahasa lain dikenal juga sebagai diplomat.

Karena itulah, saat menyusun rencana strategis, negara tersebut akan mengukur kekuatan pertahanan dan keamanan, serta aspek lainnya yaitu seberapa kuat pengaruh asing terhadap negara tersebut. Semakin besar sebuah negara, semakin susah bagi mereka untuk menyusunnya, sebab dia harus melihat bagaimana negara disampingnya dan negara yang menjadi teman dan musuhnya. Dalam hal ini, operasi intelijen kemudian mencoba memberikan rencana ini kepada mereka yang dipandang sebagai pengambil kebijakan. Dalam hal ini, rencana strategis itu tidak lagi dalam bentuk yang kaku dan rigid, namun menjadi sebuah tafsir yang akan dilakukan untuk melawan atau menghadang kecerdasan dari negara lain. Sebagai jembatannya adalah duta besar atau diplomat. Mereka menjadi ujung tombak dan agen penting dalam mempertahankan nilai dan citra suatu bangsa di negara lain. Karena itu, dalam dunia kedutan besaran atau kediplonatikan, yang paling penting adalah bagaimana berbasa basi yang cukup tinggi. Adapun istilah yang digunakan adalah “high basa basion.” Mereka tidak boleh menjadi agen yang galak dan pemarah. Betapapun kuatnya desakan atau konflik antar negara, dia harus berperan seperti tidak ada masalah. Dalam hal ini, tidak mengejutkan jika kemudian ada masalah serius antar negara, kantor duta besar adalah target pertama. Demikian pula, jika ada ketegangan politik yang amat kuat, biasanya sebagai simbol perlawanan dalam dunia diplomatik adalah penarikan duta besar atau penutupan kantor duta besar.

Kenapa saya mengaitkan isu strategis dengan isu diplomatik? Ini dikarenakan dalam isu strategis, ujung tombak dari kebijakan luar negeri adalah salah satunya berada di kantor tersebut. Dia akan menyusupkan sekian agen dalam kantor tersebut dengan wajah diplomat atau jalur perdagangan. Mereka juga harus bisa menjaga seluruh warga negaranya di negara tersebut. Jadi, aspek keterkaitan rencana strategis dapat kita lihat sebagai sebuah agenda yang komprehensif dan sangat dikenal dengan kompartemen. Disini kita tidak bicara bagaimana memproduksi konflik atau melakukan latihan paramiliter atau juga membuat adu domba di satu tempat.  Jadi, hubungan strategis dengan urusan diplomatik adalah hubungan pada tingkat operasi intelijen yang cukup tinggi. Karena itu, betapa kuatnya kekuatan diplomatik seseorang dan kantor mereka, hingga satu negara tertentu tidak boleh menangkap seseorang yang sudah masuk ke dalam pagar kantor kedutaan. Ini merupakan simbol bahwa operasi intelijen yang bersifat strategis namun sangat formal adalah berada di kantor kedutaan besar. Mereka juga melakukan penggalangan atas nama bantuan atau dana-dana hibah untuk menarik hati atau memuluskan kepentingan jangka panjang dan jangka pendek tentunya.

Produk grand stragey memang sangat terkait dengan kebijakan luar negeri dan program jangka panjang dalam negeri. Dalam hal ini, pelaksana kebijakan tersebut dilakukan oleh mereka yang menempati pelaksanan kebijakan negara, sedangkan tingkat yang memutuskan, dia tidak dikatakan sebagai bagian dari operasi intelijen, sebab dia hanya menjadi simbol dalam operasi intelijen. Karena itu, rancangan yang sudah disusun dan digodok kemudian dibahasakan kembali dalam bentuk bahasa-bahasa yang mudah dipahami dan dijalankan oleh masing-masing bagian negara tersebut. Untuk itu, badan intelijen akan memastikan setiap operasi ini berjalan mulus, termasuk menciptakan konflik dan kontra-intelijen. Jadi, mereka yang menyusun strategi tidak harus mempunyai lembaga atau apapun yang mempertegas mereka adalah agen intelijen bangsa mereka. Dalam hal ini, badan-badan intelijen akan melakukan pengondisian dan penggalangan untuk menjalan misi dari skenario yang diinginkan.

Dalam esai ini terlihat begitu penting strategi bagi suatu negara. Hal ini sangat penting untuk dipahami, mengingat para analis intelijen lebih banyak menghasilkan berbagai strategi atau skenario untuk dijalankan. Karena itu, dalam bab ini ditelaah hubungan strategi dan peran analis dalam dunia intelijen. Kendati tidak juga menutup kemungkinan untuk dihubungkan strategi dengan persoalan keamanan suatu negara. Sebab, persoalan strategi, analisa, dan keamanan negara merupakan suatu produk soft power yang kemudian diwujudkan dalam hard power. Karena intelijen berhubungan dengan penggunaan kecerdasan dalam semua lini, maka salah satu out put pekerjaan intelijen adalah menyusun strategi yang dimulai dari berbagai analisa.[]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tunggu Sedang Loading...