Take a fresh look at your lifestyle.

Digitalisasi Bahan Pustaka

Oleh : Zarah Azhari

Digitaisasi merupakan sebuah proses yang dapat mengubah sinyal analog menjadi sebuah bentuk digital. Dalam era digita, perubahan pun terjadi begitu cepat, salah satunya dengan proses pengalihan dengan menggunakan alat teknologi digital, sehingga segala bentuk informasi bisa  diperoleh dan ditransmisikan melalaui jaringan internet dan dapat diakses secara online. Digitalisasi adalah proses alih media dari cetak atau analog kedalam media digital atau elektronik melalui proses scanning, digital photograph atau teknik lainnya.  Digitalisasi saat ini sudah banyak dilakukan oleh pengembang informasi teknologi hampir di seluruh dunia, mulai dari buku, artikel, jurnal, gambar,rekaman suara,rekaman film, surat kabar dan sebagainya sudah digital. Begitu juga di perpustakaan , digitalisasi koleksi yang sudah ada dilakukan secara berangsura-ansur sampai semua koleksi yang ada menjadi koleksi digital, sehingga di sebut perpustakaan digital.  

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kita semakin mudah mengakses informasi, Dengan adanya digitalisasi bahan pustaka, aktivitas perpustakaan seperti pinjam meminjam dan lainnya lebih mudah dan praktis karena tidak lagi secara manual. Sehingga dapat menambah produktivitas petugas dan dapat menghemat biaya perawatan perpustakaan. Terlebih lagi, saat ini ada aplikasi mobile perpustakaan yang dapat membantu pemustaka untuk mengecek ketersediaan stok buku di perpustakaan yang sedang dicari. Dan perpustakaan digital dapat diakses secara daring dimanapun dan kapan pun. Agar perpustakaan tetap eksis  sesuai dengan kemajuan teknologi, maka harus mampu mengembangkan diri. Salah satunya dengan membangun perpustakaan digital.

Tujuan dari digitalisasi bahan pustaka adalah untuk memudahkan pemustaka dalam mengakses informasi di perpustakaan. Selain itu tujuan dari digitalisasi bahan pustaka adalah untuk meningkatkan informasi pemustaka perpustakaan, medukung pelestarian bahan pustaka, pengembangan koleksi bahan pustaka, penelitian dan pendidikan. Selain itu tujuan dari digitalisas bahan pustaka bertujuan untuk pendidikan yaiu penyebaran ilmu pengetahuan maupun tujuan konservasi atau melestarikan. Melalui digitalisasi, perpustakaan dapat menyimpan ribuan karya tulis maupun karya seni tanpa dibatasi ruang dan waktu.  Selain itu tujuan dari digitalisasi bahan pustaka adalah untuk meningkatkan informasi pemustaka perpustakaan, mendukung melestarikan bahan pustaka, pengembangan koleksi bahan pustaka.

Baca Juga:  Satu Dekade Persahabatan dengan Profesor Bahrein T. Sugihen

Manfaat dari digitalisasi bahan pustaka bagi pendidikan, seperti tersedianya fitur-fitur dan konten khusus untuk pendidikan, namun ada juga manfaat perpustakaan digital bagi pedidikan seperti;

  1. Mencari informasi dengan mudah

Dengan adanya perpustakaan digital menjadi salah satu fasilitas pendidikan efektif dan efesien, karena untuk mendapatkan buku yang ingin dibaca hanya dengan internet dan smartphone.

  1. Terhindar dari resiko kerusakan dan kehilangan

Perpustakaaan digital juga menyediakan digitalisasi materi untuk mengakses kebutuhan para pelajar dengan format mp3, buku teks online, video singkat, gambar digital dan yang lainnya.s sehingga ketika seorang pemustaka kehilangan materi-materi pembelajaran, buku-buku pelajaran lembarannya ada yang hilang, dan masalah lainnya mampu diatasi dengan perpustakaan digital tersebut.

  1. Tersedia beragam konten pendidikan

Beragam pendidikan tersedia pada perpustakaan digital yang dapat diakses dengan insta menggunakan perangkat teknologi dan koneksi internet,. Selain itu pelajar juga tidak perlu repot lagi pergi keperpustakaan yang berbentuk fisik. Cukup dengan menyediakan smartphone & terkoneksi internet maka berbagai macam konten pendidikan akan bermunculan dengan bentuk gambar, buku, rekaman suara, video online dan bebagai bentu konten lainnya.

  1. Mampu menyimpan data dan hasil penelitian

Dalam dunia pendidikan suatu data setelah melakukan penelitian sangat diperlukan, beberapa kelompok bahkan tingkat lembaga ternyata masih kesulitan menemukan situs atau layanan untuk meyimpan data, informasi dan hasil suatu penelitian. Maka agar data dan informasi penelitian dapat selalu terjaga dan bermanfaaat bagi banyak orang, perpusakaan digital juga menjadi alternatif terbaik yang meyediakan layanan penyimpanan data, informasi dan hasil dari penelitian.

Proses digitalisasi bahan pustaka tercetak  dimana suatu bahan pustaka tercetak di alih mediakan menjadi file digital dengan menggunakan alat scanner atau kamera DSLR file digital yang dihasilkan  dengan memiliki kualitas yang maksimum (resolusi tinggi) sehingga kedepannya dapat memenuhi kebutuhan pencetakan. File digital yang belum di edit disimpan dalam bentuk Tiff pada storage yakni server yang aman.

Baca Juga:  Syariah dan Tantangan Revolusi Industri

Proses digitalisasi atau  bahan pustaka yang biasa disebut dengan alih media ini meliputi tiga tahapan utama, yakni: Pra Digitalisasi (sebelum melakukan proses digitalisasi),  Proses Digitalisasi (proses pemindahan format, baik bahan perpustakaan tercetak atau elektronik ke dalam format digital), dan Pasca Digitalisasi (proses tindak lanjut setelah file digital dibuat). File digital kemudian diedit menggunakan program Adobe Photoshop. Kegiatan mengedit  file meliputi pembersihan noda pada sekitar gambar, pengaturan brightness, tata ulang peletakan gambar, dan pengaturan posisi kemiringan gambar (rotasi). File digital yang telah diedit kemudian diunggah pada program file PDF Professional.  Kumpulan file  yang telah disatukan pada program tersebut tampilannya menjadi seperti sebuah buku digital yang dapat dibaca pada perangkat komputer maupun tablet dengan fasilitas yang cukup memanjakan pembaca seperti misalnya pencarian suatu kata dalam sebuah buku.

Namun ada beberapa hambatan yang dialami saat kegiatan digitalisasi seperti kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan sarana dan prasarana. Proses digitalisasi bahan pustaka dilakukan dengan berbagai bentuk bahan pustaka yaitu, peta, karya seni patung, naskah kuno, lukisan dan audiovisual. Adapun salah satu dari proses digitalisasi seperti karya seni patung yang dapa dilakukan dengan menggunakan sebuah kamera digital yang dapat menghasilkan foto digital atau gambar bergerak dan dapat disimpan dalam server, sehingga memudahkan mengakses secara bersama di sebuah jaringan komputer.  Proses digitalisasi ini biasanya memerlukan banyak pertimbangan sebelum dilakukan proses digital. Hal ini karena proses digital biasanya memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Dalam proses digitalisasi bahan pustaka juga perlu diperhatikan beberapa hal seperti: penentuan koleksi yang akan dialihmediakan, hak cipta atau copywrite bahan pustaka yang ingin dialihmediakan, kelengkapan alat atau bahan alih media ketika akan melakukan proses digitalisasi bahan pustaka, dan sumber daya manusia dalam hal ini kemampuan Pustakawan yang telah terlatih juga menjadi faktor penting di perpustakaan untuk mendigitalisasikan bahan-bahan pustaka yang ada di perpustakaan.[]

Baca Juga:  Wamen Kominfo RI Nezar Patria Podcast di Studio Sagoe TV

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tunggu Sedang Loading...