Take a fresh look at your lifestyle.

Buku Catatan Dari Ombudsman Aceh Diluncurkan

Banda Aceh: Hakim Kamar Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Tinggi Aceh, Dr H Taqwaddin Husin SH SE MS, meluncurkan buku baru dalam pertemuan Grup Kru Seumangat Aceh (KSA), pada Sabtu (9/10) sore, di Café A&R Lamgugob, Banda Aceh. Buku yang diterbitkan Bandar Publishing mengurai sejumlah catatan dan pengalaman Taqwadin selama dua periode mengetuai Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

“Dr Taqwaddin memiliki tradisi positif dan strategis dengan memberi catatan-catatan ini. Saya membayangkan jika semua orang yang berhubungan dengan publik menyampaikan hal ini, sangat luar luar biasa,” kata Sulaiman Tripa, sebagai editor dan pembawa acara dalam diskusi peluncuran buku tersebut.

Buku setebal 148 halaman itu diberi judul Catatan dari Ombudsman tersebut. Sebagaimana diungkapkan Dr Sulaiman Tripa, buku ini berasal dari catatan-catatan yang dikumpulkan oleh penulisnya selama ini.

Menurutnya, buku Catatan dari Ombudsman dikumpulkan dari kiriman catatan penulis kepadanya. Dr Taqwaddin rutin mengirimkan catatan ke sejumlah tempat. “Catatan ini yang saya sistematisasikan dalam buku yang sudah hadir di depan pembaca ini,” ujarnya saat memandu acara.

Saat menyampaikan sambutan, Taqwaddin menyebutkan lembaga yang pernah dipimpinnya antara lain turut aktif melihat pelayanan publik. Tidak hanya yang dilaporkan, melainkan hal-hal yang diketahui oleh pihaknya waktu itu, akan dilakukan penelusuran lapangan. “Selama hal yang berkaitan dengan pelayanan publik, waktu itu kami telusuri, di samping laporan-laporan masyarakat yang dilakukan investigasi,” kata Taqwaddin, yang hingga saat ini sudah menulis 19 buku, yang menyampaikan pesan khusus ke pembaca tentang kontribusi Bandar dalam menerbitkan buku-buku penulis Aceh sangat penting mendapat dukungan kita bersama.

Selain itu, Taqwaddin juga menyampaikan isi bukunya yang beragam. “Sebetulnya isi buku ini hanya beragam tulisan tentang apa yang saya kerjakan selama memimpin Ombudsman RI Aceh, misalnya tentang perlunya klarifikasi dan investigasi. Begitu pula tentang pentingnya koordinasi untuk menghasilan solusi. Semua yang ditulis tersebut perihal pelaksanaan peran Ombudsman dalam menjalan fungsi mengawasi pelayanan publik,” jelas Taqwaddin.

Baca Juga:  Dehumanisasi Pendidikan Aceh

Didampingi istri tercinta dan anak-anaknya, Taqwaddin menyatakan, semua keadaan hari ini terwujud karena dukungan penuh dari istri dan anak-anaknya. Dalam kesempatan itu, Taqwaddin juga menceritakan hal-hal unik yang dirasakannya ketika memimpin Ombudsman. “Dulu Ombudsman dikira LSM, bahkan ada pejabat yang berpikir ini LSM,” ujar Taqwaddin. 

Hadir dalam acara ini, antara lain dua mantan rektor, yakni mantan Rektor Universitas Teuku Umar, Prof Dr Jasman Ma’ruf dan mantan Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Afridar. Keduanya juga membawa masing-masing dua buku barunya. Selain itu, Redaktur Serambi Indonesia sekaligus pembina Forum Aceh Menulis (Fame) Yarmen Dinamika, Pembantu Dekan 1 FISIP UTU, Dr Afrizal Tjoetra, anggota Komisi VI DRP Aceh Bardan Sahidi, Cut Asmaul Husna, aktivis perempuan Syarifah Rahmatillah dan Azriana Manalu, pegiat pendidikan Tabrani Yunis, akademisi Dr Teuku Muttaqin Mansur, Dr Yusri Z Abidin, Ichwanul Fitri, aktivis antikorupsi Alfian, dan sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah orang turut memberi komentar dalam pertemuan tersebut, yakni Yarmen Dinamika, Cut Asmaul Husna, Prof Jasman J Makruf, dan Prof Apridar. Yarmen Dinamika sangat mengapresiasi buku yang diluncurkan tersebut. “Tulislah apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis merupakan pertanggungjawaban untuk keabadian. Pak Taqwaddin sudah melakukannya. Buku ini adalah bukti dan legacy beliau untuk keabadian,” pesan Yarmen Dinamika, wartawan senior. Hal yang sama disampaikan Prof Jasman dan Prof Afridar, dua mantan rektor yang selama ini kerap berdiskusi dengan Taqwaddin. Apalagi mereka sama-sama dalam satu grup KSA yang antara lain mendiskusikan berbagai saran bagi pembangunan Aceh.

Salah satu pengelola KSA, Cut Asmaul Husna, menyebut acara tersebut ditradisikan di Aceh. “Selama ini kita juga turut membantu menggarap sejumlah buku yang penting dan strategis bagi Aceh. Apa yang dilakukan pak Taqwaddin, harus kita contohkan,” pesannya.

Baca Juga:  Agar Kopi Menginspirasi

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tunggu Sedang Loading...